FORMULA MONEY

IF YOU WANT TO START & SUCCEED IN YOUR OWN BUSINESS, YOU SHOULD FIRST OF ALL ASK YOURSELF...


Bagian ke 2 Habis

The lives by A Golden Rule “live A simple live”

kenyataan yang ada pada diri Rohman bahwa sebelumnya dia tidak menyadari bahwa hal tersebut akan membawa pada karir kehidupan baru.dan menyenangkan.Seumur hidup saya tidak pernah membayangkan dan mimpi punya usaha.Tapi ketika segalanya mulai ditata,saya mulai mengerahkan segala daya dan upaya untuk berhasil.

He is making an honest living
Kesuksesan tidak datang dengan sendirinya,perlu waktu 7 tahun untuk bisa bangun. kesuksesan saya sebagai pelaku usaha bukan berasal dari keberanian mengambil resiko tinggi melainkan dari kemampuan mengkalkulasi resiko.Hal ini berarti memanfaatkan peluang yang berpotensi menghasilkan uang banyak ,katanya lebih lanjut.

The Suoner we start the better we will get the result
Ada pesan khusus dari Rohman,sebaiknya memanfaatkan peluang, berani memulai, mengolah suatu ide menjadi satu kenyataan bisnis”semakin kita cepat kita mulai semakin cepat kita akan mendapatkan hasilnya.
Semoga Hal-hal diatas menjadi Insfirasi bagi yang berminat di bidang usaha selamat mencoba dan berhasil…..

H_adja.


Bagian 1 dari 2 tulisan

Historical Background
Latar belakang pekerjaan sebelumnya
Rahman (Nama Samaran) dulunya bekerja pada Juragan Teh di Daerah Cisarua Bogor,Puncak Jawa Barat.Karena menderita suatu penyakit,akhirnya kedua matanya tidak bisa melihat.Pekerjaan sebagai penjaga dan pembersih rumah tidak bisa dilaksanakan dengan baik.Tiga bulan kemudian sang majikan menanyakan kepada Rahman,apakah masih sanggup melaksanakan pekerjaan sedangkan kondisi phisik tidak memungkinkan.Rahman merasa dirinya sudah tidak mampu menjalankan tugasnya,kemudian dia mengajukan permohonan berhenti dari pekerjaannya.

Working capital resources
Mulai merintis wirausaha
Dari hasil tabungannya selama dia bekerja ditambah uang pangdeudeuh (semacam uang pesangon dari Juragan Kebun),Rahman memilih Dunia Baru yaitu membuka warung rokok dan sembako.

Freedom of choice
Mengapa memilih Wirausaha
Pilihan menjadi wirausaha karena tidak ada pilihan lain,melamar kerja lagi tidak mungkin ada yang menerima,kalau pun ada yang menerima,karena ada rasa belas kasihan dari orang,Rahman punya prinsip tidak mau menjadi beban orang lain.Rahman mau keluar dari kesulitan dan menjadi orang bebas.

Motif utama adalah kebebasan
Bagi pelaku usaha seperti Rahman daya tarik yang paling besar bukan semata-mata uang melainkan adanya kebebasan waktu yang dimiliki untuk dimanfaatkan sepenuhnya dan berkarya,bahwa hasil jerih payah menghasilkan uang.

Adanya Peluang (ketemu Bankir)
Pada suatu kesempatan,Rahman diantar keponakannya datang kekantor Bank Cab Pembantu untuk menyetor hasil penjualannya,melihat nasabahnya jalannya dibantu seorang pemuda petugas Bank menyapa “

Petugas Bank.....”Pak maaf nampaknya Bapak tidak melihat sampai repot-repot datang ke Bank?

Rohman......”Saya mau Nabung, kebetulan saya punya uang sedikit”

Petugas Bank.....”Saya bangga kepada bapak kondisi phisik Bapak seperti ini masih berusaha, apalagi kalau bapak bisa melihat akan lebih maju lagi.

Rohman.....”Oh tidak Pak justru kalau bisa melihat,mungkin nasib saya masih menjadi tukang kebun seperti dulu, syukur alhamdullilah saya masih diberi Tuhan akal dan pikiran sehat sehingga saya masih bisa berolah pikir untuk merobah nasib, saya ingat sabda Rosululullah saw…”Barangsiapa yang senantiasa memohon ampun,Allah akan membuatkan untuknya,untuk setiap duka cita,sebuah kebahagiaan,dan untuk setiap situasi yang sulit,sebuah jalan keluar,dan Dia akan menambahnya dengan makanan dari tempat yang tiada ia sangka-sangka datangnya.”(HR Abu Daud dan Ahmad).

The lives by a golden rule 'live simple live'(Dilanjutkan kebagian kedua)

Paling Untung Buka Bengkel Modifikasi

Usaha bengkel motor memang menjajikan,mengingat pengguna sepeda motor semakin banyak jumlahnya.Hal ini terbukti dari meningkatnya produksi sepeda motor pertahun.Menjelang lebaran yang tinggal 1 bulan lagi ini,pemilik usaha bengkel pun di pastikan akan meraup rezeki seiring meningkatnya pengguna sepeda motor untuk pulang kampung,bahkan pendapatan bengkel bisa naik hingga 100%.Lalu di antara bengkel motor umum yang menerima servis mesin berbagi merek maupun modiofikasi,bengkel kemitraan yang menjalin kerja sama dengan pihak ATPM,dan bengkel khusus modifikasi mana yang menguntungkan??

Kebutuhan servis bagi sepeda motor menjadi kebutuhan rutin yang harus dilakukan oleh penggunanya.Tak ayal,bengkel motorpun tumbuh menjamur hingga kawasan daerah pelosok.Seperti diakui oleh pihak main dealer ATPM Yamaha,Subandrio,Supervisor Technical Suport,bahwa prospek bengkel motor peluang nya besar.Dari produksi motor Yamaha saja ia mengakui kekurangan bengkel kemitraan Yamaha masih banyak sekali.

“Dari penjualan sepeda motor tahun kemarin sebanyak 2,4 juta,motor servis kembali tahun 2008 ada 4 kupon gratis setahun,berarti 4 kali servis motor di kalikan 2,4 juta hampir 10 juta unit,belum tahun sebelumnya.Servis motor yang masih baru biasanya 4 kali setahun.Kalau sudah umur dua tahun minimal 3 kali setahun,dan tiap 3 ribu Km di rekomondasikan servis berkala untuk motor dengan pemakaian normal sebulan 1,000 Km,”jelasnya.

Subandrio mengakui dari jaringan bengkel kemitraan Yamaha di Jabodetabek saja sebanyak 350 bengkel baru bisa cover 60%.”Sebagai gambaran,kalau servis yang kembali tahun 2007 minimal 2,4 juta motor dikalikan 3 kali servis,belum lagi tahun 2006 servis dua kali untuk 2,4 juta,maka servis yang kembali baru 50-60% jadi masih 30-40% belum di cover,”ujarnya.

Hal senada diutarkan oleh Hariadi,Group Leader Representatif Servis Suzuki.Menurutnya prospek usaha bengkel masih sangat bagus .Sekadar di ketahui jumlah bengkel motor resmi Suzuki hingga saat ini sekitar 1.503 BeResS (Bengkel Resmi Suzuki) yang terdaftar dan beroperasi.Angka ini menurut Hariadi belum mencukupi di bandingkan populasi dan kebutuhan servis sepedah motor Suzuki yang ada,maximum coverage dari bengkel yang tersedia baru sekitar 70% .Target tahun ini Suzuki akan melakukan set uf paling sedikit 70 bengkel.

Bengkel Umum Lebih Banyak. Ario,Technical Servis Departement Head PT Wahana Makmur Sejati selaku Main Dealer atau pengelola jarinagn bengkel AHASS wilayah Jakarta dan Tangerang mengatakan,diantara bengkel umum maupun kemitraan.ia menilai jumlah bengkel kemitraan memang kalah banyak,mengingat bengkel umum lebih gampang persyaratannya dan lebih mudah pendiriannya.Tetapi menurut Ario pengelola bengkel AHASS tak perlu Kawatir.”Prospeknya akan tetap bagus karena karena penjualan motor Honda juga meningkat hingga keberadaan bengkel resmi pun amat diperlukan ,”Kata Ario .Kini bengkel AHASS di Jakarta dan Tangerang mencapai 350 buah.Jumlah ini belum termasuk bengkel di Depok ,Bogor,Dan Bekasi.

Jelang Lerbaran.Pada Event tertentu seperi Lebaran,menurut Ario,omset bengkel kemitraan AHASS meningkat 20-30%.Hal ini disebabkan banyaknya orang-orang yang akan mudik ke kampung halaman mengunakan sepeda motor.Umum nya pemilik melakukan perbaikan kopling,lalu penggantian ban,kanvas rem serta servis kalburator.

Masing-masing bengkel bisa memuat proram secara individu seperti diskon sparepart dan jasa.Misalnya bengkel kemitraan Yamaha jelang Lebaran nanti akan ada program Mudik Bareng,diadakan Fee cek servis buat peserta mudik bareng H-14 hari (2 Minggu) di bengkel-bengkel kemitraan Yamaha.Selain itu juga di adakan posko –posko lebaran yang menyediakan servis secara gratis serta diskon harga sparepart .”Yang paling di butuhkan servis dibengkel resmi Yamaha adalah servis standar.Kalu jelang lebaran umunya juga servis standar biasanya kondisi layak jalan,”ujar Subandrio.

Naiknya pemintaaan sevis jelang lebaran tepatnya pada H-14 juga di alami bengkel umum bahkan pada H-17 setip menjelang lebaran omset bengkel servis meningkat hingga 100%,seperti dialami Dhidy Nurhadi ,Pemilik Bengkel Mesin Motor D2M.Begitu pula pada bengkel modifikasi akan kebanjiran permintaan modifikasi karena pengguna motor yang ingin mudik lebaran merasa wajib membuat motornya tampil baru,sehingga permintaan konsumen bisa naik dua kali lipat.

Modal Usaha,Untuk membuka bengkel motor umum modalnya lebih kecil di bandingkan membuka bengkel kemitraan,sehingga paling cocok bagi pemula usaha ini.Sebagai gambaran usaha bengkel yang membuat Hendri Martin dengan nama Dysha Motorspot(DSM) sejak tahun tahun 2003 dimulai dari bengkel umum dengan modal Rp 20 juta.Dari modal sebesar itu Rp 5 juta di gunakan untuk membeli kompresor dan peralatan bengkel .Sisanya,untuk stock sparepart dan aksesoris yang bersipat fast-moving sparepart.

Sedangkan modal bengkel kemitraan jauh lebih besar meskipun tidak menggunakan system royaliti fee kepada pemilik bengkel dengan kisaran modal minimal 60 juta.Calon pemilik usaha ini memang lebih cocok bagi yang memiliki modal besar. Meskipun begitu ada juga yang di sebut bengkel kemitraan dari Yamaha yang fee modal ,hanya menyediakan tempat bisa kontrak dan pembelian sparepart saja,yang saat ini hanya berlakau di Banten dan Bogor.

Pemasaran.Untuk menarik minat konsumen datang ke bengkel motor bisa dilakuakn lewat pembagian brosur,pamplet,dan servis gratis saat awal buka usaha.Bila bengkel sepi kemungkinan yang terjadi adalah salah pemetaan dalam memperhatikan permintaan ( jumlah motor ) di daerah tersebut atau lokasi yang kurang tepat.Sebaiknya menurut Martin di lingkungan perusahaan karena orang ingin dekat saat servis ,jalan utama atau protocol atau jalan utama orang menuju kantor atau tempat kerjanya.

Bagi bengkel umum modifikasi sebaiknya jemput bola dengan mendekati kalangan komunitas atau ikut mailing list lewat internet.Selain itu karyawan dan pemilik bengkel harus menerapkan pola kejujuran,kalau kita bisa tangani kita bilang iya dan beri tahu kondisi motor tersebut kepada pemiliknya serta penyebab kerusakan sehingga kepercayaan muncul dan image bagus.

Persaingan menurut Martin cukup ketat terutama antara bengkel umum.Sehingga pelaku usaha bengkel umum harus menjaga kwalitas ,kepercayaan,loyalitas dan kedekatan dengan konsumen.Sedangkan persainagan antar bengkel resmi ATPM menurut Hariadi tidak terlalau berkaitan dengan operasional bengkel,hal ini di karenakan memang tidak terjadi “Benturan Pasar”mengingat masing-masing telah memiliki pasar dan pelanggan sendiri.

Produk tersebut ada yang pungsinya penghemat BBM seperti MNS DC Booster hemat 15% Hyidrogen Power Server juga hemat bensin 47,5% peningkat perpomence agar motor lebih kencang,dan sebagainya.kita juga kembangkan system franchise untuk Auto Clinik Dysha Motorsport (ACDMS) dengan modal terjangkau .membayar lisensi fee Rp 5 Juta saja pertahun untuk pemakain nama ACDMS,atau bila ingin menambah sistem basic berupa administrasi dari spanduk sampai training mekanik dikenakan modal Rp 15 juta tanpa royaliti fee.bila ingi membeli alat dan sparepart dari ACDMS di tambah lagi modal Rp 5-15 juta.

Keuntungan.Dari berbagi jenis bengkel tersebut ,keuntungan servis terbesar adalah modifikasi misalnya modifikasi custum body bahan fiber dari motor bebek jadi motor Trail bisa mematok Rp 1,5-2 juta,padahal harga untuk pengerjaan hanya Rp 500 ribu atau keuntungan sekitar 67% .Hal ini karena hasil modifikasi tergantung kepuasan konsumen.

Kendala.Untuk tenaga mekanik yang handal masih menjadi kendala bagi pelaku usaha bengkel motor .juga bila ada konsumen yang complain,sehingga solusinya dengan mendengarkan keluhan konsumen dan bisa juga menerapkan system garansi dalam pengerjaan.

Bagi pemula usaha bengkel juga tidak memiliki keahlian khusus asalkan memiliki mekanik yang ahli yang bisa di peroleh dari lulusan SMK dan juga kursus sepeda motor.Jadi anda bisa memilih kategori bengkel apa yang ingi di buka sesuai dengan modal anda ,bila modal kecil sebaiknya pilih bengkel umum servis mesin motor lebih dahulu.Ekawati/Tim Sektor

(Sumbe:Peluang Usaha,Hal 4 Sektor 31-13 Agustus 2009,oleh http://eriassumarna.blogsport.com)

Eksportir Kayu olahan terbesar yaitu Bapak Deni Wijaya menikmati hasil usaha eksport kayu sengon dengan baik. Setiap bulan ia bisa mengeksport kayu sengon 600 kontainer dengan nilai 15 Juta dolar Amerika atau sekitar 150 milyar.

Mitra Binaan
Ada 18,000 petani dalam 87 kelompok tani yang tersebar di Tasik,Garut,Banjar, Kuningan,Ciamis dengan total lahan 8000 hektar.

Budi Daya Albasiah
Umur pohon tanaman albasiah hanya lima tahun, dan selama lima tahun tersebut petani dapat memanen tiga kali yaitu dua kali penjarang dan satu kali panen besar.

Sukses Bisnis
Menjadi eksporter sukses tidak cukup hanya mengolah teknis kayu, ”Yang lebih penting adalah menjaga kepercayaan pelanggan". Caranya dengan pengiriman barang tepat waktu, Suplai yang berkesinambungan, dan kualitas yang terjaga. Dalam usaha, pengusaha jangan hanya berpikir untung, tetapi bagaimana usaha bisa langgeng dalam jangka panjang. Negara-Negara yang membutuhkan kayu sengon yaitu seperti Jepang, Eropa, Amerika Serikat dan Asia Timur.

Produksi Olahan
Hasil Produksi olahan berbentuk seperti plywood, lumbercore, blockboard, fancy board, melamine board, dan laminating board.

Pesan ini disampaikan oleh Erias Sumarna. Jakarta, 6 Juli 2009.
http://eriassumarna.wordpress.com

(Sumber Bacaan Kompas, Sabtu 4 Juli 2009, Kolom Bisnis Keuangan. Halaman 21, Oleh M Fajar Marta)

Pendahuluan

Pembuatan Tas dan Dompet bahan bakunya bisa berasal dari kulit ular, ikan dan kodok. Kulit kodok bisa di buat untuk dompet pria dan wanita bahan nya berasal dari Daerah Sumatera Utara seperti Sibolga Tanjung Balai Medan. Kulit ikan di beli dari perusahaan yang bergerak di bidang Villet dalam karungan seharga 250 ribu per karung. Menurut Roma Anastasia, produknya banyak digemari konsumen karena bahan baku yang kreatif, sehingga pelanggan tidak melihat model namun bahan bakunya, dari segi model disesuaikan dengan bahan baku yang di gunakan, dan inpirasi desain model dari hasil traveling dan internet.

Pemasaran

Rhoma mengekspor Produk setip 4 bulan sekali. Kemampuan mengekspor hingga 8 ribu pieces produk dengan berbagi model baik pesanan buyer maupun model miliknya. Harga yang ditawarkan untuk ekspor lebih mahal 40 % di bandingkan harga produk yang di buatnya secara massal.

Roma merintis pasar melalui teman-teman nya melalui internet dan pameran di berbagi daerah info lebih lanjut dapat menghubungi:

Rawigi Craft 155
The Original Leather
Jl.Teratai No.14 A, Medan 20151,Telp.061-451 6304
Website : www.itrademarket.com/rawigi Email : rawigi@yahoo.com

(Sumber bacaan dari Peluang Usaha Edisi 19 juni – 02 Juli 2009)

SOSOK : SARJIYO M M

BIODATA

Nama : Sarjiyo
Lahir : Kulon Progo, DI Yogyakarta, 3 Desember 1966
Pendidikan : SD Karangwuni, Wates. SMP Trimurti, Temon, Kulon Progo. Jurusan Peternakan
Sekolah Pertanian Pembangunan (SPP) Veteran, Wates (tak lulus).
Istri : Ida

Sarjiyo dengan kesederhanaan dan keuletannya telah berusaha mengolah aneka limbah organik menjadi dua produk sekaligus, yaitu Biogas, dan Kompos. Sarjiyo membangun instalasi Biogas di bawah tanah yang ditutup beton. Diatas beton penutup dimanfaatkan sebagai kandang sapi dengan cara ini sejumlah warga di kota Yogyakarta bisa memanfaatkan lahannya yang terbatas untuk memelihara 2 ekor sapi sekaligus memproduksi Biogas untuk memasak.

Kenapa dipilih konstruksi beton? Konstruksi beton lebih awet dibandingkan fiber dan plastik umur beton bisa puluhan tahun, sedangkan plastik hanya beberapa tahun. Penggunaan plastik terbatas dan perawatannya sulit dengan beton theletong/ kotoran ternak tinggal dimasukan ke dalam lubang menuju tabung instalasi lalu biarkan bakteri anaerob yang akan membantu fermentasi.

Produksi Gas dan Pemanfaatannya
Gas yang dihasilkan dari fermentasi kotoran sapi disalurkan ke dapur untuk dijadikan bahan bakar kompor. Kompor buatan Sarjiyo merupakan modifikasi dari kompor gas biasa untuk mengetahui simpanan gas ditambahkan table angka dengan penunjuk sampai angka 5 yang merupakan simpanan gas maksimal. Kalau penunjuk sudah merosot sampai angka 1 pemakai harus menunggu beberapa saat sebelum memakai kompor.

Bahan Biogas
Bahan biogas yang dihasilkan bisa berasal dari aneka jenis kotoran ternak, ampas produksi tahu, kulit kacang, atau limbah organik lain. Semua bisa dimasukan ke tabung fermentasi sebagai produsen gas metana.

Biaya instalasi Biogas
Biaya untuk uji coba sekitar 4,7 juta. Harga saat ini berkisar antara 9-10 juta karena kenaikan harga material.

Pemanfaatan Biogas
Biogas sebagai bagian dari pertanian organik dihasilkan dari kotoran ternak atau limbah pertanian. Setelah proses fermentasi hasilnya berupa biogas, kompos padat dan cair. Kompos dapat digunakan untuk menyuburkan lahan pertanian di sawah.biasanya setelah panen hasil pertanian digunakan oleh manusia sedang limbahnya untuk pakan ternak. Dari ternak theletong diproduksi dan theletong tersebut bisa dijadikan biogas lagi.

Petani bisa menghemat pengeluaran karena tidak memerlukan lagi bahan bakar lain untuk memasak. Karena penemuan biogas tersebut Sarjiyo bisa berkeliling ke berbagai tempat dari Sabang sampai Merauke sambil berpromosi produknya yaitu memasarkan biogas, instalasi buatannya, dan pertanian terpadu.

Semoga informasi ini dapat bermanfaat dan disebarkan karena mengandung manfaat yang serbaguna bagi pertanian terpadu.

Jakarta, 15 juni 2009
Erias Sumarna
Email : heri_group@yahoo.com

Sumber Bacaan: (Agnes Rita Sulistyawa,” Sarjiyo MM yang Bisa Bikin Biogas” Edisi Kompas, Senin, 15 Juni 2009 halaman 16)

“USAHA BUDIDAYA AYAM KAMPUNG”

CONTOH KEBERHASILAN KELOMPOK USAHA PETERNAKAN AYAM BURAS RAHAYU DI PERUM BUMI HEGAR ASIH, KELURAHAN CISEUREUH, KECAMATAN PURWAKARTA, KELURAHAN PURWAKARTA, JAWA BARAT.

BERBAGAI PENGHARGAAN DARI MENTERI PERTANIAN, DIREKTORAT JENDRAL PETERNAKAN DAN INSTANSI TERKAIT LAINNYA DITERIMA KELOMPOK RAHAYU PURWAKARTA.

Biodata
• Nama : Gus Aswan Siregar
• Lahir : Padang, 16 Agustus 1959
• Istri : Astuti (50)
• Anak : Fandi Siregar (22), Hilmayadi (19), Rivaldi (14)

Berbekal hobi dan keinginan kuat memelihara ayam kampung, Aswan memulai usaha budidaya ayam secara intensif. Ia membeli ayam-ayam milik tetangga yang masih tersisa dengan harga murah, sekitar 2500/ ekor. Ia kemudian mengandangkannya dikawasan hutan milik Perum Perhutani, sekitar 200 meter dibelakang kompleks pemukiman warga.

PENGANDANGAN
Pada tahap awal, Aswan membeli puluhan ekor ayam milik tetangganya. Berbeda dengan metode pemeliharaan sebelumnya, dia tak melepaskan ayam-ayamnya itu pada siang hari. Ayam diberi pakan dan diperiksa kesehatannya secara rutin untuk menghindari risiko terserang penyakit atau mati mendadak.

Aswan membaca buku dan bertanya kepada ahli untuk sekedar memenuhi keingintahuan atau sekedar mencari solusi masalah yang sedang ia hadapi. Dia juga melaporkan usaha ternaknya kepada Dinas Perternakan dan Perikanan Kabupaten Purwakarta serta berkonsultasi dengan penyuluh perternakan.

Pada 2004, ada 10 tetangga yang bergabung dalam kelompok peternak ayam yang diberi nama Rahayu. “Kami sepakat tidak memelihara ayam disekitar rumah dan tidak melepaskannya mencari pakan,“ ujar Aswan yang sejak itu dipercaya sebagai ketua kelompok.

MANDIRI
Salah satu faktor yang membuat usaha Aswan tetap menguntungkan ditengah risiko serangan penyakit, kenaikan harga pakan, dan bibit ayam adalah kemandirian. Kelompok peternak Rahayu berusaha melepaskan ketergantungan dengan memproduksi sendiri pakan dan bibit ayam serta menciptakan jaringan pemasaran.

Untuk memenuhi kebutuhan kelompok, setiap anggota memupuk kompetensi sesuai minat masing-masing. Ada anggota yang khusus membudidayakan induk unggul untuk menghasilkan telur. Sebagaian anggota memproduksi ayam umur sehari dengan menetaskan telur dari induk unggul. Ada juga yang khusus membesarkan ayam hingga siap jual dengan ukuran 7-9 ons per ekor.

Berbeda dengan peternak atau pedagang ayam kampung umumnya. Aswan dan kelompoknya memproduksi ayam dalam jumlah tertentu secara kontinu. Kelebihan itu yang menarik sejumlah pemilik restoran dan rumah makan untuk berlangganan kepada kelompok Rahayu.

Sejak pertama kali berdiri, kelompok peternak Rahayu belum menaikan harga jual produknya, Rp. 18.000 per ekor. Mereka tetap bahkan menjual dengan harga itu saat harga ayam kampung dipasaran mencapai 24.000 per ekor ukuran 10 ons.

“Kepastian harga diperlukan konsumen karena mereka tetap bisa menjual Rp. 18.000,- ketika harga pasaran ayam kampung anjlok hingga Rp. 12.000,- per ekor.

Usaha yang di rintis Aswan dengan populasi awal 24 ekor telah berkembang menjadi 15.000 ekor. Anggota kelompok juga terus bertambah. Produksi ayam kelompok ini 1.500-2.000 ekor per bulan.

KERJA SAMA
Kelompok Rahayu telah menandatangani kerjasama pengelolaan hutan dengan Perum Perhutani Kesatuan Pemangku Hutan Purwakarta. Kelompok ini diizinkan menggunakan sekitar 5 hektar kawasan hutan jati di kelurahan Ciseureuh, Kecamatan Purwakarta, untuk membangun kandang ayam. Syaratnya, peternak tidak merusak atau menebang pohon.

Usaha Aswan mengandangkan dan membudidayakan ayam kampung secara intensif tak sia-sia. Selain bisa menambah pendapatan keluarga, Aswan dan kelompok rahayu beberapa kali memperoleh penghargaan bidang ketahanan pangan. Pada awal 2008 kelompok ini meraih juara II lomba agrobisnis komoditas unggas tingkat Jawa Barat.

Pada tahun yang sama, Direktorat Jendral Peternakan menobatkan Rahayu sebagai kelompok ternak ayam buras berprestasi tingkat nasional. Lagi, 18 Desember 2008, Aswan menerima penghargaan dari Menteri Pertanian atas prakarsa dalam pengembangan agrobisnis pangan. Usahanya mengelola peternakan dari hulu hingga hilir dengan memanfaatkan potensi lokal dinilai layak dikembangkan.

Hadiah dan penghargaan telah diraih, tetapi Aswan dan kelompok Rahayu tak ingin usaha itu jalan ditempat. Tahun ini mereka menargetkan peningkatan menjadi 30.000 ekor.

Aswan bercita-cita menciptakan Rahayu-Rahayu lain di desa-desa lain di Purwakarta. Keinginan itu tak lepas dari banyaknya potensi pakan dari alam yang belum termanfaatkan dan belum terpenuhinya permintaan ayam kampung.

Sampai sekarang kami kesulitan memenuhi permintaan karena produksi masih terbatas,” ujar Aswan.

(Sumber Bacaan dari harian Kompas, Jum’at, 12 Juni 2009 halaman 16 Oleh Mukhamad Kurniawan)

Contoh Keberhasilan Petani Dusun Serut, Palpabang, Bantul, daerah Istimewa Yogyakarta

Pendahuluan :

Biodata

Nama : Rahmad Tobadiyana
Lahir : Bantul,DI Yogyakarta, 14 Maret 1966
Pendidikan : SD Muhamadiyah Serut,Bantul,
SMP Patria, Bantul
SMAN 1 Pleret, Bantul
Jurusan Sejarah IKIP PGRI Yogyakarta
Istri : Prila Pridanti
Anak : Atyanta Priambodo
Atyanta Nareswari
Atyanta Larasati

Rahmad Tobadiyana sang Kepala Dusun adalah pendorong kemajuan kelompok tani Dusun Serut,yang mempunyai kelompok tani khusus Peternakan yang membuat pupuk organik dari sampah dedaunan, kotoran sapi,dan kambing. Ada juga kelompok tani pengguna pupuk hingga unit pelayanan jasa pertanian,di Dusun tersebut di buka pusat pelatihan pertanian dan pedesaan swadaya (P4S) yang bisa memberikan informasi dan pelatihan bagi yang memerlukannya,Mahasiswa maupun Dosen pernah juga datang bersama mengadakan penelitian dan kajian Skripsi.

Produk pertanian Organik merupakan peluang yang besar,patut ditangkap oleh para pelaku Bisnis di bidang pertanian, mengingat masyarakat sekarang cenderung menggunakan bahan makanan non kimia. Beras Organik bakal menjadi tren di masa depan, harga beras organik dipasaran lebih tinggi dibanding harga beras non Organik.

Profil Rahmad Tobadiyana :

Rahmad Tobadiyana berhasil mengangkat warga Serut menjadi produktip,untuk menambah pengalaman dan pengetahuannya dia banyak membaca buku, mengikuti pelatihan-pelatihan Organik, bahkan bertanya langsung kepada para pelaku pertanian dan juga Dinas pertanian setempat.

Rahmad Tobadiyana menganjurkan dan mengajak Masyarakat sekitarnya untuk menanam sayuran dan buah di halamannya, Dia mengharapkan dan bercita-cita agar warga Dusun Serut membangun desa lewat pertanian organik, juga membangun Indonesia lewat pertanian. Kiranya langkah Tobadiyana patut ditiru oleh desa-desa lainnya di Indonesia dan perlu didukung oleh semua pihak yang bersangkutan termasuk Pemerintah. Dengan demikian dimasa yang akan datang Indonesia akan mampu mandiri dan selangkah lebih maju dari Negara lainya,ini adalah suatu harapan yang perlu kerja keras dan usaha terus menerus.

Semoga Informasi Pertanian Organik ini ada manfaatnya, diinformasikan oleh Bpk Erias Sumarna C.E.O Heri Group.” Email: heri_group@yahoo.com

(Dirangkum dari tulisan LUKAS ADI PRASETYA Kompas rabu 10 Juni 2009 Hal 16) “SOSOK”



BIODATA PENDIRI :

  1. Nama : Michael Lazaridis
  2. Lahir : Istanbul, Turky, 14 Maret 1961
  3. Tempat Tinggal : Waterloo, Kanada
  4. Pendidikan : Electrical Engineering. University of Waterloo (tak lulus, keluar tahun 1984, mendapat gelar penghargaan doctor di bidang Electrical Engineering pada tahun 2000)
  5. Jabatan : Presiden dan Co-Chief Executive Officer and Director Research In Motion
  6. Pencapaian : Selain mendirikan RIM pada 1984, tahun 2000 ia mendirikan dua institusi riset, Perimeter Institute for Theoretical Physics dan institute for Quantum Computing di University of Waterloo
  7. Penghargaan :
  • Peringkat 397 orang terkaya dunia tahun 2009 versi “forbes”
  • Gelar Officer og the order of Canada dan anggota Order Of Ontario, 2006
  • 1000 Orang paling berpengaruh di dunia versi “Time”, 2005
  • Chancellor kedelapan Universitynof Waterloo, 2003
  • Canada’s Nation Builder of the Year 2002 dari Globe and Mail
Lazardis bukan asli Kanada. Dia lahir 14 Maret 1961 di Istanbul, Turki. Kedua orang tuanya yang berasal dari Yunani membawa lazardis ke Kanada saat usia lima tahun. Tahun 1966 Lazardis tinggal di Windsor, Ontario. Bakatnya mulai tampak sejak dia bersekolah sejak di Windsor. Kutu buku ini menghabiskan banyak waktunya di Perpustakaan.

Umur 12 tahun dia mendapat penghargaan Windsor Public Library karena telah melahap semua buku ilmu pengetahuan di perpustakaan itu. Di SMA, minat terhadap elektronik terfasilitasi karena bertemu dengan guru-guru hebat. Dalam setiap wawancara dia selalu merujuk pada guru-guru SMA yang menjadi motivator paling baik.

Tahun 1979 dia memutuskan kuliah di university of waterloo jurusan Electrical Engineering bidang ilmu computer. Saat menjadi mahasiswa, dia mendapat kontrak 500.000 dollar dari General Motors (GM) untuk membangun display control jaringan komputer.

Dari dana kontrak dengan GM itu, ditambah pinjaman 15.000 dollar dari orang tuanya. Lazaridis yang masih mahasiswa mendirikan RIM. Dia keluar dari Universitas dua bulan sebelum lulus.

RIM bergerak dibidang teknologi barcode untuk film. Lambat laun, RIM merambah ke wireless dan tahun 1999 memperkenalkan Blackberry.
Walau akhirnya drop out dari universitas, berkat dedikasinya, pada Oktober 2001 dia meraih penghargaan Doctor of Engineering dari University of Waterloo. Pada Juni 2003 ia bahkan ditunjuk menjadi chancellor kedelapan universitas itu.

Blackberry unik karena punya sistem sendiri dalam mengelola e-mail, terutama teknologi server yang tak dimiliki perusahaan lain. Disaat produsen telepon genggam lainnya puas dengan mamanfaatkan sistem yang sudah ada, Lazaridis berfikir lain.

“Kami sangat hati-hati dalam mengembangkan perangkat ini. Blackberry punya system yang unik, inilah yang membuat layanan kami akan unggul dimata konsumen,” katanya.

Dia yakin, kedepannya kebutuhan akan transmisi data makin tinggi dan wireless akan menjadi solusi. Dibalik ambisi membuat Blackberry mewabah, Lazaridis tetap lari ke dunia riset, mengembangkan berbagai kemungkinan teknologi yang tersedia. Jadi, tak harus menjadi dominan dan membunuh yang lain jika ingin sukses.

Oleh : Amir Sodikin
(Artikel ini ditulis di harian Kompas edisi Senin, 8 Juni 2009 halaman 16)

Belajar Bertani di Pusat Pelatihan Pedesaan Swadaya (P4S) cara tani Kuningan.

Mentor : Tawa Amirudin

Biodata

  • Nama : Tawa Amirudin
  • Lahir : Pasawahan, Kuningan Jawa Barat,16 mei 1959
  • Istri : Eni Darsinni (47)
  • Anak : Yayat Hidayat (29), Asep Rohayat (24),Yoyon Johana (16)
  • Pendidikan : Lulus SMP Negeri Cikalang, Kabupaten Cirebon, 1975.
  • Organisasi : Ketua KUD Bina Bakti, Kecamatan Pasawahan, Anggota Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) Jawa Barat
  • Penghargaan :
  1. Pemuda Tani Terbaik se-Jawa Barat dari Departemen Pertanian,1985
  2. Pembimbing pada pertukaran petani dari departemen luar Negri dan departemen pertanian.

Tiga tahun ini, lima petani dari seorang staf dari Lembaga Pertanian Senegal bertandang kepondoknya. Sementara itu tahun lalu enam petani asal Gambia menimba ilmu kepadanya, Mereka semua belajar dan praktik langsung di sawah-sawah milik petani di desa Pasawahan,kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan.

“Tahun ini tak hanya petani Afrika. Ada juga satu petani Madagaskar, tiga petani Myanmar, dan dua petani asal Kamboja. Totalnya ada 12 Orang. Mereka itu peserta dari program yang di buat Departemen Luar Negri RI bersama Departemen Pertanian,”ujar Tawa yang di percaya menjadi Mentor bagi petani asing dalam Apprenticeship program for asing & African Farmers in Indonesia 2009.

Tawa mengaku, tidak gampang mengajari atau bertukar pikiran dengan petani dari Negara dan budaya berbeda. Kendala pertama adalah bahasa. Untungnya, laki-laki yang lahir 50 tahun lalu di kuningan ini di temani dua temannya yang cakap berbahasa Inggris. Masalah kedua, tak jarang petani yang magang bukan petani padi.bahkan,ada diantara mereka yang peternak sapi.

Akibatnya, beberapa kali petani asing itu bersikap asal-asalan, tidak bersemangat belajar, dan tidak mau berpartisipasi. Padahal tujuan mereka adalah menimba ilmu yang bisa digunakan untuk mengembangkan sektor pertanian di Negara nya.
Bekerja menjadi Mentor di akuinya harus lebih sabar agar ilmu dan pengalaman bertani yang diberikan bisa diterima dengan baik oleh petani-petani didiknya. Terkadang keinginan untuk sedikit berbicara keras agar petani asing itu semangat belajar harus dikubur dalam-dalam.sebab, dia tidak ingin hal itu ditanggapi lain oleh peserta magang. Namun, dia tidak segan marah jika peserta magang dari Indonesia. Sebab, tujuan utama belajar itu adalah untuk meningkatkan kesejahteraan petani itu sendiri.

Untungnya, pengalaman menjadi pendidik bukan baru pertama kali dilakukanya. Sebab, sejak sekitar 10 tahun yang lalu rumahnya selalu menjadi rujukan siswa siswi Sekolah Menengah Pertanian Atas (SPMA) dari Garut, Indramayu, Bogor, dan Sumedang. Setiap kali, rumahnya juga menjadi tempat berkonsultasi para petani untuk mencari jawaban atas masalah pertanian yang mereka hadapi.

Tidak hanya itu, Karena pernah magang bertani selama 9 tahun di Jepang, melalui organisasi Ikatan Alumni Magang di Jepang (Ikamaja), Tawa pun mendapat kepercayaan Dari Dinas Pertanian Kuningan untuk membekali semangat para petani yang akan berangkat magang ke Jepang.

Praktik dengan petani

Saat ditanya dari mana dia memperoleh materi yang diberikan kepada anak didiknya atau petani-petani asing itu, jawaban nya singkat, yaitu dari pengalamannya bertani. Hampir semua yang diberikan itu berasal dari hasil kerjanya dan pengamatan di lapangan. Namun, itu didukung pelatihan dan pembekalan teori dari sejumlah balai besar pertanian di Jawa Barat, Penyuluh pertanian dari Dinas di Daerah, maupun Departemen Pertanian.

Saat mengajari petani asing dia tak sekedar memberikan cara bertani ala petani Indonesia. Sebelumnya dia mencari Informasi tentang kondisi lahan dan model pertanian yang berkembang dari Negara asal petani itu. Informasi tersebut katanya di peroleh dari Departemen Pertanian atau petani yang pernah magang di Luar negeri.

“Jadi, saat mendidik petani yang lahan nya di pantura (pantai utara) dengan yang dari gunung jelas beda pola pengolahan lahan yang disampaikan. Tiap lahan punya kelebihan dan kekurangan nya masing-masing,”tambahnya.

Dari sawah sewa miliknya seluas 3,5 hektar, Tawa mengajarkan pola bercocok tanam yang dianggap, bahkan terbukti mampu meningkatkan produktivitas lahan. Mulai dari proses menyemai, membajak, menanam, menyiangi, memupuk sampai panen padi yang telah menguning. Hampir 90% adalah praktik disawah dan sisanya teori atau sekedar obrolan bertukar pengalaman.

Sebelum mulai bercocok tanam, para petani diarahkan memilih benih berkualitas dan juga memerhatikan kondisi lahan yang akan digarap, berupa hamparan atau lereng. Untuk pola tanam dan pemeliharaan.Tawa menularkan system logowoatau system rice intensification (SRI), mengatur jarak tanam agar produktivitasnya maksimal.
Ada juga pengenalan pola tabur benih langsung (tabela), yang sangat cocok di terapkan pada musim kemarau, atau daerah yang pasokan airnya terbatas. Yang tidak kalah penting nya, menyadarkan petani melakukan pemupukan berimbang yang kerap mereka abaikan. Sebab,dengan memupuk padi sesuian aturan dan kebutuhan tanah ,efesiensi biaya bisa mencapai 25%.

“Memang, saya mengajarnya tidak urut seperti jadwal karena menyesuaikan dengan sawah tempat praktik. Kan praktik tidak sama dengan teori,”ujar Tawa yang mendokumentasi kegiatan pemagangan itu kedalam cakram untuk dibagikan kepada petani asing tersebut.

Etos Kerja

Hal kedua yang ingin dia tularkan adalah nonteknis, yaitu berkaitan dengan etos kerja petani. Menurut dia, petani di Negara berkembang termasuk Indonesia masih menganggap pekerjaan mereka adalah pekerjaan sampingan yang tak perlu perhitungan serius. Akibatnya, para petani tidak memiliki manajemen usaha yang baik, dan ujung-ujungnya merugi.

Etos kerja yang dia inginkan adalah seperti petani di Jepang diantaranya, petani harus disiplin dan tidak bergantung pada satu sumber komuditas. Disiplin dalam hal waktu dan cara bertani yang mengikuti aturan, seperti pemupukan berimbang.

Berkaitan dengan etos kerja, ternyata semangat pemuda untuk terjun kedalam dunia pertanian sangat rendah bahkan mereka sangat enggan. Itu terbukti dari pengamatannya di lapangan lebih banyak orang tua yang bertani di bandingkan dengan anak muda. Mereka yang bekerja di sawah rata sebagian besar berusia 40 tahun keatas.

Tawa kawatir, 5-10 tahun kedepan tidak ada lagi petani muda di Indonesia. Padahal, sektor pertanian merupakan lapangan usaha yang menyerap banyak tenaga kerja. Oleh karena itu dia berharap pemerintah lebih memfasilitasi petani-petani muda untuk bercocok tanam yang baik dan produktif. Tawa juga menyatakan siap menjadi mentor mereka.


Dirangkum pada Harian Kompas edisi Rabu 3 juni 2009

Dirangkum oleh : TIMBUKTU HARTHANA


Mengenal Tokoh Marketing modern, Philip Kotler, Profesor Pemasaran Internasional pada Kellogg School of Management pada Northwestern University di Evanston Illinois merupakan kebanggaan tersendiri walaupun baru dari berbagai buku dan tulisan mengenai keahliannya dibidang pemasaran modern. Kali ini harian Kompas terbitan Kamis 28 Mei 2009 hal 16, rubrik Sosok dengan judul Philip kotler : HUT jauh dari rumah. Ada hal hal yang menarik dari berita tersebut antara lain :
  1. Dari segi usia, dengan ulang tahun yang ke 78 dan dirayakan di Indonesia, jauh dari tanah kelahirannya, mengaku sangat berbahagia dan sehat. Untuk itu penulis patut berbangga dan turut mengucapkan selamat ulang tahun ke 78. Semoga panjang umur dan diberikan kesehatan yang baik. Amin.
  2. Posisi unggul dalam bidang pemasaran membuat Kotler tokoh yang super sibuk baik sebagai konsultan pemasaran dibanyak perusahaan raksasa di Amerika Serikat dan manca Negara seperti Bank of Amerika, IBM, Meryck, Honeywell, Motorolla dll..
  3. Kotler sering tampil sebagai pembicara utama pada banyak seminar internasional diberbagai kota besar didunia termasuk di Indonesia.
  4. Pemahaman serta keahlian dibidang pemasaran tenyata dipelajarinya dari berbagai kasus empiris yang ditemuinya. ”Setiap kasus empiris yang ditanganinya ditanggapi dengan melakukan studi risert pemasaran guna memperoleh hasil nyata bagi langkah strategi perusahaan yang terbaik. Dia kemudian mengembangkan konsep-konsep baru dalam teori dan praktek pemasaran.
  5. Yang lebih menarik, Kotler mempunyai kedekatan dengan Indonesia terbukti sudah beberapa kali datang ke Indonesia yaitu pada tahun 1991, 1994 dan pada Hari Ulang Tahun ke 80 direncanakan datang lagi ke Indonesia khususnya Bali untuk mendirikan Museum Pemasaran di Ubud.
  6. Sekilas biodata Philip Kotler :
  • Lahir : Chicago, Illinois, Amerika Serikat, 27 mei 1931.
  • Istri : Nancy.
  • Pekerjaan : Konsultan pemasaran pada banyak perusahaan raksasa mancanegara (IBM, Michelin, Bank of America, general Electrik. Merck, Honeywell, Motorolla).
* Pendidikan :
  • S 2(master ekonomi University of Chicago. AS.
  • S 3(doktor ) ekonomi Massachusetts Institute of technology, Boston, AS.
  • Profesor Pemasaran Internasional kellog School of management, Northwestern University, Illinois.
* Penghargaan :
  • Guru Management utama dari the financial Times tahun 2001.
  • Personal paling berpengaruh ke 6 dalam ide bisnis dari wall street Journal tahun 2008.
  • (Sumber bacaan Kompas, Kamis, 28 Mei 2009, hal 16).






Keberhasilan Usaha Grup Danone

MAKAN SEHAT ALA FRANK RIBOUD

Sia-sia saja membayangkan Frank Riboud yang bakal tampil formal dengan jas dan dasi. Percuma juga membayangkan bahwa ruang kerja pria pemimpin dan CEO Group Danone itu mewah, luas, dan bermebel mutakhir.

Oleh PIETER P Gero

Bayangan tersebut wajar karena Grup Danone merupakan salah satu raksasa industry produk makanan terbesar di dunia. Di Indonesia, Grup Danone memiliki antara lain Aqua, Mizone, Vit, Bebelac, Activa, dan Milkuatdengan total 13000 pekerja. Aqua dengan produksi 6 miliar liter per tahun dengan 14 pabrik di seluruh Indonesia merupakan penghasil air minum kemasan terbesar di dunia.

Namun, saat pria kelahiran Lyon, Perancis, 7 Desember 1955, ini muncul dari lift di lantai 6 kantor pusat Grup Danone di sentral kota Paris 14 Mei lalu, bayangan tersebut sirna. “I’m coming,” teriak Riboud. Ia hanya mengenakan baju biasa diselimuti kaus. Para tamunya justru yang rapi formal.

“Indonesia begitu penting bagi kami, bagi strategi besar kami,” ujar Riboud saat sudah di dalam ruang kerjanya yang sederhana untuk sebuah Grup bisnis yang adadi 47 negara itu. Ruang kerja 4 meter x 6 meter itu penuh dengan kertas dan foto-foto. Mebel seadanya.

Grup Danone yang tahun ini berusia 90 tahun baru ditangani Riboud tahun 1996. Pria murah senyum ini lantas mengisahkan sedikit asal nama Danone, yakni dari Daniel, putra sang perintis Isaac Carasso. Produk pertama adalah yoghurt dan berpusat di Barcelona, Spanyol.

Ayahnya, Antoine Riboud, lantas bersua dengan Daniel Carasso tahun 1972, begitu cocok. Mereka lantas mengembangkan usaha Danone dengan belasan jenis produk makanan. Antoine Riboud sudah meninggaltahun 2002, sementara Carasso baru saja meninggal 15 Mei lalu pada usia 103 tahun.

“Kami kini punya misi memberikan makanan sehat kepada sebanyak mungkin manusia. Itu sebabnya, mengapa Indonesia begitu penting,” kata Riboud soal strategi Group Danone dibawah kendalinya. Sebanyak mungkin orang, menurut Riboud, bukan berarti hanya terbatas pada masyarakat kelas atas semata.

Riboud lantas mencontohkan Aqua di Indonesia yang merupakan produk minuman kemasan yang sehat, sedikitnya aman bagi pemakainya. “kami sejauh ini terus melakukan kerja sama riset dan inovasi,” ujarnya.

Riset dan inovasi adalah bagian dari tekad Riboud dan perusahaan yang dipimpinnya untuk bias menyediakan makanan yang sehat. Riset dan inovasi guna bias menyediakan produk yang tidak hanya sehat, tetapi juga terjangkau.

Di Indonesia, mungkin ada 20 juta sampai 30 juta penduduk dengan pendapatan per kapita sama seperti di Belgia atau Perancis. Tetapi bagaimana dengan sekitar 70 juta penduduk yang berada di level yang paling bawah ini,” ujar Riboud sembari memperlihatkan gambar piramida yang dibuatnya soal posisi manusia dengan pendapatan perkapita.

Menurut Riboud, beberapa produk Danone kini memang hanya untuk kelas atas, tetapi mereka akan terus berupaya membuat produk dengan harga terjangkau. Menjaga keseimbangan antara harga dan margin. “Mengelola perusahaan itu bukan semata urusan kapitalis, tetapi juga ada tanggung jawab sosialnya. Memang ada pemegang saham yang harus diberikan profit yang baik, tetapi juga ada misi memberikan makanan sehat ini, bagi Danone jelas sebuah harga mati. Pabrik air kemasan dari Evian, Perancis, sekitar satu jam perjalanan dengan mobil dari Geneva, Swiss, dibuat begitu higienis. Demikian pula pabrik Aqua di Mekarsari , Sukabumi.

Danone tidak hanya higienis dalam aktivitas di pabrik, bahkan daerah tangkapan air yang menjadi sumber air bagi pabrik-pabrik air kemasannya juga diperhatikan. Dataran pada ketinggian sekitar 900 meter dari permukaan di atas Evian juga menjadi perhatian.

Para petani pemilik sapi diarahkan untuk mengelola kotoran sapinya. Mereka bahkan juga diarahkan untuk tidak menggunakan pupuk kimia. Air hujan atau salju yang mencair akan meresap melewati tanah liat dan batu, dan memerlukan waktu 20 tahun ini sampai ke sumber air. Jika ada kotoran dan pupuk kimia, sumber air tersebut akan terkontaminasi. Air kemasan juga menjadi taka man, apalagi sehat.

Biar bias memberikan makanan yang sehat atau sedikitnya aman, Riboud lantas memfokuskan produk keluaran Danone hanya pada tiga produk yang berbasis susu, bisnis nutrisi dan medis, serta bisnis berbasis air.

“Sebelumnya ada lebih dari 16 jenis produk, dari pasta, es krim, yoghurt, hingga biscuit. Biar bias mencapai misi memberikan makanan sehat kepada sebanyak mungkin orang, maka perlu focus,” ujarnya.

Teman Zidane
Berbicara dengan Riboud begitu mengasyikan. Waktu hanya beberapa menit sudah bergulir lebih dari sejam. Ayah dari tiga anak ini dikenal punya hobi bersepeda, golf, ski, dan berselancar. Dia juga penggemar sepakbola. Zinedine Zidane, gelandang asal Perancis, merupakan sahabatnya.

“Dia kini menjadi duta besar bagi Danone,” ujar Riboud seraya menunjukan foto Zidane di ruang kerjanya. Ada juga foto Zidane sebagai bagian dari ikla yang dirancang Riboud. Dia juga mengisahkan soal kasus Zidanedan Marco Materazzi pada piala 2006 di Jerman. “Tapi, jangan dikutip,” ujarnya soal kisah dibalik Zidane menanduk Materazzi.

Karena gila sepakbola, maka dari sekian banyak tanggung jawab social Danone, Riboud mengadakan Danone Nations Cup. Piala Dunia untuk anak-anak di dunia sejak tahun 2000. Anak-anak dari Indonesia juga terlibat. Zidane menjadi “daya tarik” disana. “Mereka saling memahami, sehat damai.”

Riboud tidak hanya menghendaki banyak orang sehat

KOMPAS, Edisi, Senin 25 Mei 2009

MUJIADI DAN BUDIDAYA ANGGUR PROBOLINGGO

Udara Kota Probolinggo yang terletak di kawasan pantai utara Jawa Timur itu memang relatif panas. Namun, hal itu tidak terasa bila kita berada di pekarangan rumah Mujiadi, seorang petani anggur di kota tersebut. Berada di pekarangan rumahnya seakan kita tengah berdiri dibawah “atap” dedaunan pohon anggur.

Oleh Laksana Agung Saputra

Pekarangan rumah Mujiadi luasnya sekitar tiga kali lapangan tenis. Halaman itu dipenuhi pohon anggur yang jumlahnya tidak kurang dari 300 batang. Dengan ditopang para-para tetinggi sekitar 2 meter, ranting-ranting pohon anggur menjalar ke segala arah dan membentuk “atap” hijau yang rindang.

Sedikitnya ada tujuh varietas anggur yang ditanam Mujiadi bersama kelompok taninya di pekarangan rumah itu. Varietas anggur koleksinya meliputi Prabu Bestari, Cardinal, Caroline, Muskato, Red Globe, Probolinggo Biru, dan Malaga.

Dalam naungan rindang pohon anggur dari beragam varietas itulah Mujiadi merasa kerasan dan nyaman menjalani hidup sehari-hari bersama keluarganya. Ia tinggal dirumah tipe 70. Rumah itu berdiri tepat di tengah-tengah kebun anggurnya.

Dipekarangan bagian depan berdiri sebuah gubuk bambu. Gubuk itu tidak sekedar jadi pemanis, tetapi di tempat itulah Mujiadi bersama anggota Kelompok Tani Sejahtera yang didirikannya berkumpul.

“Disini kami biasa santai dan ngobrol sambil melihat pohon-pohon anggur. Kalau anggur sedang berbuah dan warnanya mulai memerah, senang rasanya hati ini,” kata Mujiadi.

Ada sejumlah kelompok kelompok petani anggur di Kota Probolinggo. Namun, sejauh ini setiap kali ada orang atau pejabat yang hendak melihat budidaya anggur di Kota Probolinggo, rujukannya bisa dikatakan selalu ke Kelonpok Tani Sejahtera.

Ini termasuk ketika Menteri Pertanian Anton Apriyantono berkunjung ke Probolinggo pada November 2006. Pada kesempatan itu, Mentan sekaligus menganugerahi Kelompok Tani Sejahtera piagam penghargaan atas prakarsa dan prestasinya dalam upaya pengembangan komoditas anggur di Kota Probolinggo.

Belakangan Mujiadi bersama kelompok taninya memiliki sekitar 1000 batang pohon anggur. Arealnyapun tersebar di sejumlah pekarangan rumah para anggotanya. Omzet mereka sekitar Rp. 175 juta setiap kali panen. Jika dalam setahun panen bisa dilakukan dua kali, omzet kelompok ini menjadi Rp. 350 juta. Penghasilan dari anggur itu dibagi untuk 20 anggota Kelompok Tani Sejahtera.

“Mungkin penghasilannya tidak berlebihan, tetapi cukuplah untuk menghidupi keluarga kami,” kata Mujiadi.

Penghasilan tambahan bisa mereka dapatkan dari penjualan bibit anggur dalam bentuk tanaman stek. Upaya pengembangan areal tanam sejauh ini masih terkendala dana. Pasalnya, Mujiadi dan kelompoknya tak punya lahan yang relatif luas untuk ditanami anggur.

Menolak Permintaan

Bicara tentang kemungkinan mendapatkan penghasilan tambahan sebenarnya Mujiadi bisa mengusahakannya. Namun, hal itu sengaja tak digapainya. Dia berkisah, pada 7 Desember 2006, pejabat pertanian dari negeri Kelantan, Malaysia. Bersama kelompok tani andalan negeri seberang itu berkunjung ke perkebunan anggurnya. Sang pejabat meminta Mujiadi menjadi Pengajar teknis budidaya anggur di Malaysia.

“Mereka meminta dua tenaga pengajar sekaligus kiriman bibit anggur juga, “kata Mujiadi.

Meski sebenarnya lebih menjanjikan dari segi penghasilan, Mujiadi menolak tawaran tersebut. Kala itu ia hanya mengatakan akan berpikir-pikir dahulu. Pasalnya, berat bagi Mujiadi untuk meninggalkan keluarganya.

Selang beberapa waktu kemudian, dua rombongan lainnya dari malaysia datang lagi kerumah Mujiadi. Selain untuk melihat kebun anggurnya, mereka juga membeli bibit anggur dalam bentuk tanaman stek.

Dunia anggur yang digeluti Mujiadi awalnya tampak seperti sebuah kebetulan. Menjadi petani anggur sama sekali tidak pernah terlintas di benak pria lulusan Akademi Bank Malang (ABM) tersebut. Pekerjaan paling lama yang dia geluti setelah lulus dari ABM adalah menjadi kontraktor.

Sampai pada suatu ketika setelah menjadi kontraktor lebih dari sepuluh tahun, Mujiadi mengalami masa-masa sulit. Puncaknya pada tahun 2000, usahanya pailit.

Tidak ingin berlama-lama merenungi nasib, Mujiadi mencoba menjadi biro perwakilan sebuah perusahaan jasa tenaga kerja indonesia (PJTKI) di kota Probolinggo yang pusatnya dikota Malang. Usaha itu berjalan dua tahun lalu dia jenuh.

Pada suatu malam, Mujiadi bersama adik iparnya bertukar pendapat. Dari pembicaraan itu munculah gagasan untuk mencoba budidaya anggur. Sebab, dia melihat dia melihat anggur belum dikembangkan secara baik di kota Probolinggo yang notabene “memproklamasikan” diri sebagai “Kota Anggur”.

Pertama-tama ia menggalang para tetangga yang punya impian sama. Maka terkumpulah empat kondektur bus antar kota. Itulah embrio Kelompok Tani Sejahtera.

Oleh karena tidak mempunyai pengetahuan soal anggur, kami bertanya kepada orang-orang tua yang pernah menanam anggur. Saya juga bertanya kepada petugas di kebun pembibitan anggur di Probolinggo”, cerita Mujiadi.

Dari sinilah dia memulai mengembangkan pengetahuan dengan membaca segala macam buku literatur tentang anggur. Pengetahuan Mujiadi itu juga terasah karena dia mencoba langsung bertanam anggur.

“Seingat saya, tidak pernah ada persoalan berat selama kami menggeluti tanaman anggur meski pada masa-masa awal. Karena, sejak awal menanam anggur saya merasa cocok dan menjiwainya,” kata Mujiadi.

Teknik dan Rasa

Menurut Mujiadi, menjadi petani anggur bisa dibilang seperti seniman. Maksudnya, dia merasa ada semacam keterlibatan “rasa” dalam membudidayakan anggur. Dari pengalamannya, budidaya anggur tidak bisa hanya melulu mengandalkan soal teknis.

“Misalnya, bagaimana kita harus merangsang pembuahan. Hal itu tak sekadar teori dan teknis, tetapi harus menggunakan rasa,” katanya.

Oleh karena itulah, Mujiadi merasa jatuh cinta kepada anggur. Bahkan, ia mengaku akan terus merawat pohon anggur dikebun itu sampai fisiknya tak kuat lagi. Diatas semua pangakuan dan pencapaiannya, Mujiadi masih menyimpan impian. Dia berharap suatu saat nanti budidaya anggur di Kota Probolinggo akan tumbuh menjadi industri agrowisata.

Niatnya itu menggebu. Namun, untuk itu peran pemerintah daerah mutlak dibutuhkan. Persoalannya, apakah Pemerintah Kota Probolinggo mempunyai impian dan komitmen yang sama dengan Mujiadi dan para petani anggur lainnya?

Dengan agrowisata, kata Mujiadi, petani anggur akan makin sejahtera. Kota Probolinggo pun tidak sebatas hanya bisa berpuas diri dengan julukannya, tetapi memang mampu mempertanggungjawabkan “capnya” sebagai kota anggur.

Dikutip dari Kompas Edisi Senin, 18 Mei 2009

Sampah Plastik? Sukses? Yang benar? Ah Masa? kalau mau tahu ini kisah sukses dari seorang pribumi yang memulai usaha dengan kerja keras. Silahkan ikuti dan baca. boleh sambil tiduran atau minum kopi. Santai saja. (Referensi bacaan : Kompas, Sabtu,16 mei 2009 Bisnis & Keuangan hal 21).

PROFIL USAHA
Beadowy, Rezeki Sampah plastik

Keinginan untuk mendapat jaminan tetap memiliki penghasilan mendorong Muhamad Baedowy mengembangkan jiwa wiraswastanya. "Baedowy menjadi salah satu penerima penghargaan wiraswasta kecil dan menengah terbaik 2008-2009 versi dji Sam Soe Award".

Falsapah yang dipegangnya adalah tidak ingin berpenghasilan tetap, tetapi memilih tetap berpenghasilan."sekarang hidup makin susah kalau hanya bergantung pada penghasilan tetap, ungkap Baedowy yang menjadi peserta pameran produk Indonesia 2009 di jakarta.

Keinginan untuk tetap berpenghasilan tetap ini di wujudkannya dengan selama 9 tahun membangun pengolahan sampah organik. Keuletan dan kegigihan pria kelahiran Balikpapan, kalimantan Timur itu membuahkan berbagai penghargaan antara lain juara pertama pemuda pelopor Tingkat Nasional tahun 2006 atas dedikasinya dibidang usaha.

Jika wiraswata Baedowy sudah terlihat ketika masih kuliah di Fakultas Ekonomi Universitas Merdeka, Malang, Jawa Timur. Meski dari keluarga mapan, dari orangtua yang bekerja di bidang perminyakkan, Baedowy iseng - iseng berjualan pisang molen di kampusnya. Dia kemudian di kenal dengan julukan Momo molen.

"Dari usaha ini saya mendapat pelajaran berharga jual makanan memiliki kelemahan. Makanan bisa kedaluarsa. "kata suami Ajeng Ririn Sari Yuniar ini".

Setelah lulus kuliah, ia merantau ke Jakarta dan pada 1997 bekerja di Royal Bank Scotland (RBS). Sembari bekerja, Baedowy mencoba berjualan jangkrik untuk pakan ikan . Saat itu perdagangan jangkrik sedang melonjak.

Namun, keinginan untuk tetap berpenghasilan menguatkan tekadnya membangun usaha sendiri. Ia memutuskan keluar dari pekerjaanya Sebagai auditor di RBS pada 1999. Bagi lelaki kelahiran 2 Mei 1973 ini, bekerja dibawah tekanan menjadikan dirinya tidak bahagia.

Keinginan untuk membangun usaha sendiri itu disampaikan kepada pimpinan Bank swasta tempatnya bekerja. Pemimpin Bank tersebut menyatakan, Baedowy tidak akan mencapai kesuksesan. Namun itu tidak menyurutkan niat Baedowy menjadi wiraswasta.

"Untuk meraih sukses dengan tetap berpenghasilan, saya pikir harus berani melawan arus. Pengusaha sukses Bob Sadino menyebut, kesuksesan hanya bisa diraih dengan cara berani menjadi "gila". Tentu mesti punya penghitungan, minimal setengah matang. Bukan sekedar "gila", kata Baedowy.

Tekadnya menjadi wiraswasta semakin kuat ketika pada 1998 Indonesia dilanda kritis ekonomi. Banyak rekan kerjanya khawatir kehilangan pekerjaan.

Karakterristik Usaha

Dari situasi ini , Baedowy mulai berpikir untuk memulai usaha yang membuatnya merasa nyaman hingga usia itu. Ia pun menetapkan kriteria usahanya yaitu tidak mengenal resiko mati, busuk, kadaluarsa, modal sedikit, sulit sehingga relatif tanpa pesaing, dan hasilnya bisa langsung di pakai.

Bapak tiga anak ini mulai melirik usaha pengolahan sampah plastik. Pada tahun 2000 dengan modal 50 juta dari uang tabungan nya, dibantu seorang karyawan, Baedowy mulai usaha penggilingan sampah plastik.

Modal yang ditanamkan digunakan untuk membeli mesin penggilingan dan sebuah mobil pick up untuk mengambil sampah plastik dari lapak pemulung.

Setiap malam Baedowy dan karyawanya berkeliling kelapak pemulung untuk mendapatkan sampah plastik didaerah Cikampek, Rawamangun, dan Pulogadung. Keesokan harinya, sampah plastik digiling menjadi biji plastik.

Dalam menjalankan usaha ini, Baedowy pernah dihinggapi rasa frustasi karena mesin rusak. Situasi menjadi makin sulit karena karyawan bagian produksinya pergi akibat tidak ada pekerjaan selama dua pekan. Dari pengalaman ini Baedowy pun berupaya merekayasa mesin penggilingnya.

Usaha Baedowy sebanyak 85 persen mengandalkan bahan baku dari dalam negeri. Sisanya, 15 persen dari impor, terutama mesin penggerak di China.

Namun, Baedowy melihat ada peluang memproduksi dan menjual mesin buatan sendiri. Sejak 2001, dia mengajak pembelinya bermitra. Baedowy melatih, membina mereka menjalankan usaha, dan membeli produknya yang sudah berupa biji plastik. kini dia punya lebih dari 60 mitra di seluruh indonesia.

Dari setiap kilogram sampah plastik yang dicacah, keuntungan yang didapat Rp. 500 per kg. Kalau dalam sepekan mitra Baedowy dapat mencacah 2 ton, keuntungan yang didapat bisa mencapai Rp. 1 juta.

Botol air minum dalam kemasan (AMDK) diolah menjadi benang polister dengan harga Rp. 4500-Rp. 5000 per kg. Adapun gelas AMDK diolah menjadi campuran tali rafia yang harga jualnya Rp. 7000 per kg.

Kini Baedowy mengolah sendiri botol sampo dan botol oli menjadi biji plastik dengan nilai jual Rp. 8000 per kg.

Biji-biji plastik itu digunakan sebagai bahan baku rumah sapu ijuk yang didistribusikan kepada penjual sapu di Semarang, Solo, Tasikmalaya, Bandung, Lampung, dan Palembang. Bahkan, ada pelanggannya yang berasal dari China. Kini Baedowy memiliki 40 karyawan.

Dalam berusaha, Baedowy meyakini bahwa keuntungan bukan semata-mata dari kemampuan mesin, melainkan karena kegigihan dan keuletan mitranya mencari bahan baku sampah plastik.

Oleh Stefanus Osa Triyatna
Edisi Kompas, Sabtu, 16 Mei 2009