FORMULA MONEY

IF YOU WANT TO START & SUCCEED IN YOUR OWN BUSINESS, YOU SHOULD FIRST OF ALL ASK YOURSELF...



Sosok yang Sederhana
Pendiri Kelompok Kompas Gramedia, Jakob Oetama, juga menilai almarhum William Soeryadjaya sebagai sosok yang sederhana, religious, dan peduli terhadap sesama. Di mata jakob, pengusaha ulung pendiri Astra tahun 1957 itu juga merupakan orang mudah bergaul dan tidak menutup diri kepada semua orang. ”Kalau ada orang yang ingin bertemu dengannya, sebisa mungkin pasti dia akan temui,” ujar Jakob ketika di rumah duka.

Kemampuan Om Willem dalam mengolah bisnis diakui Jakob memberinya inspirasi untuk menjalankan usaha. Jakob juga mengaku berguru tentang sumber daya manusia dan total quality control. “Waktu itu hanya Astra yang punya total quality control. Karena itu saya coba cari tahu dan belajar dari jauh mengenai hal itu untuk meningkatkan dan menjaga kualitas produk,” kenangnya.

Ramah Tamah dan Rendah Hati
Kepergian William Soeryadjaya juga dinilai Jakob merupakan kehilangan besar dalam dunia pengembangan usaha. Pengusaha Aburizal bakrie juga menilai Om Willem merupakan orang yang baik, ramah, dan rendah hati. Almarhum yang merupakan salah satu pelopor modernisasi industry otomotif nasional itu merupakan pengusaha sukses yang dapat menjadi contoh bagi pengusaha lainnya.

Kerja Keras Contoh Bagi Setiap Orang
Ical juga mengaku salut kepada Om Willem yang telah sukses mendidik anak-anaknya menjadi pengusaha besar. “Kerja kerasnya itu dapat menjadi teladan bagi setiap orang. Dia juga selalu membagi keuntungan dengan berbagai pihak dan kerap menolong sesama,” kata Ical.

Menjaga Etika Bisnis
Almarhum William Seoryadjaya membesarkan usaha yang dirintisnya dengan menjaga etika bisnis. Usaha yang ditinggalkannya pun tetap dapat melewati gelombang pasang dan surutnya perkembangan bisnis di Tanah Air. Tak melulu sukses, kisah jatuhnya pun cukup tragis karena bisnis yang dirintisnya dari kecil dan meraksasa harus beralih kepihak lain karena berbagai alasan, seperti krisis moneter dan ekonomi tahun 1998 yang merontokkan konglomerasi bisnis di Indonesia.

0 komentar:

Posting Komentar