FORMULA MONEY

IF YOU WANT TO START & SUCCEED IN YOUR OWN BUSINESS, YOU SHOULD FIRST OF ALL ASK YOURSELF...

“USAHA BUDIDAYA AYAM KAMPUNG”

CONTOH KEBERHASILAN KELOMPOK USAHA PETERNAKAN AYAM BURAS RAHAYU DI PERUM BUMI HEGAR ASIH, KELURAHAN CISEUREUH, KECAMATAN PURWAKARTA, KELURAHAN PURWAKARTA, JAWA BARAT.

BERBAGAI PENGHARGAAN DARI MENTERI PERTANIAN, DIREKTORAT JENDRAL PETERNAKAN DAN INSTANSI TERKAIT LAINNYA DITERIMA KELOMPOK RAHAYU PURWAKARTA.

Biodata
• Nama : Gus Aswan Siregar
• Lahir : Padang, 16 Agustus 1959
• Istri : Astuti (50)
• Anak : Fandi Siregar (22), Hilmayadi (19), Rivaldi (14)

Berbekal hobi dan keinginan kuat memelihara ayam kampung, Aswan memulai usaha budidaya ayam secara intensif. Ia membeli ayam-ayam milik tetangga yang masih tersisa dengan harga murah, sekitar 2500/ ekor. Ia kemudian mengandangkannya dikawasan hutan milik Perum Perhutani, sekitar 200 meter dibelakang kompleks pemukiman warga.

PENGANDANGAN
Pada tahap awal, Aswan membeli puluhan ekor ayam milik tetangganya. Berbeda dengan metode pemeliharaan sebelumnya, dia tak melepaskan ayam-ayamnya itu pada siang hari. Ayam diberi pakan dan diperiksa kesehatannya secara rutin untuk menghindari risiko terserang penyakit atau mati mendadak.

Aswan membaca buku dan bertanya kepada ahli untuk sekedar memenuhi keingintahuan atau sekedar mencari solusi masalah yang sedang ia hadapi. Dia juga melaporkan usaha ternaknya kepada Dinas Perternakan dan Perikanan Kabupaten Purwakarta serta berkonsultasi dengan penyuluh perternakan.

Pada 2004, ada 10 tetangga yang bergabung dalam kelompok peternak ayam yang diberi nama Rahayu. “Kami sepakat tidak memelihara ayam disekitar rumah dan tidak melepaskannya mencari pakan,“ ujar Aswan yang sejak itu dipercaya sebagai ketua kelompok.

MANDIRI
Salah satu faktor yang membuat usaha Aswan tetap menguntungkan ditengah risiko serangan penyakit, kenaikan harga pakan, dan bibit ayam adalah kemandirian. Kelompok peternak Rahayu berusaha melepaskan ketergantungan dengan memproduksi sendiri pakan dan bibit ayam serta menciptakan jaringan pemasaran.

Untuk memenuhi kebutuhan kelompok, setiap anggota memupuk kompetensi sesuai minat masing-masing. Ada anggota yang khusus membudidayakan induk unggul untuk menghasilkan telur. Sebagaian anggota memproduksi ayam umur sehari dengan menetaskan telur dari induk unggul. Ada juga yang khusus membesarkan ayam hingga siap jual dengan ukuran 7-9 ons per ekor.

Berbeda dengan peternak atau pedagang ayam kampung umumnya. Aswan dan kelompoknya memproduksi ayam dalam jumlah tertentu secara kontinu. Kelebihan itu yang menarik sejumlah pemilik restoran dan rumah makan untuk berlangganan kepada kelompok Rahayu.

Sejak pertama kali berdiri, kelompok peternak Rahayu belum menaikan harga jual produknya, Rp. 18.000 per ekor. Mereka tetap bahkan menjual dengan harga itu saat harga ayam kampung dipasaran mencapai 24.000 per ekor ukuran 10 ons.

“Kepastian harga diperlukan konsumen karena mereka tetap bisa menjual Rp. 18.000,- ketika harga pasaran ayam kampung anjlok hingga Rp. 12.000,- per ekor.

Usaha yang di rintis Aswan dengan populasi awal 24 ekor telah berkembang menjadi 15.000 ekor. Anggota kelompok juga terus bertambah. Produksi ayam kelompok ini 1.500-2.000 ekor per bulan.

KERJA SAMA
Kelompok Rahayu telah menandatangani kerjasama pengelolaan hutan dengan Perum Perhutani Kesatuan Pemangku Hutan Purwakarta. Kelompok ini diizinkan menggunakan sekitar 5 hektar kawasan hutan jati di kelurahan Ciseureuh, Kecamatan Purwakarta, untuk membangun kandang ayam. Syaratnya, peternak tidak merusak atau menebang pohon.

Usaha Aswan mengandangkan dan membudidayakan ayam kampung secara intensif tak sia-sia. Selain bisa menambah pendapatan keluarga, Aswan dan kelompok rahayu beberapa kali memperoleh penghargaan bidang ketahanan pangan. Pada awal 2008 kelompok ini meraih juara II lomba agrobisnis komoditas unggas tingkat Jawa Barat.

Pada tahun yang sama, Direktorat Jendral Peternakan menobatkan Rahayu sebagai kelompok ternak ayam buras berprestasi tingkat nasional. Lagi, 18 Desember 2008, Aswan menerima penghargaan dari Menteri Pertanian atas prakarsa dalam pengembangan agrobisnis pangan. Usahanya mengelola peternakan dari hulu hingga hilir dengan memanfaatkan potensi lokal dinilai layak dikembangkan.

Hadiah dan penghargaan telah diraih, tetapi Aswan dan kelompok Rahayu tak ingin usaha itu jalan ditempat. Tahun ini mereka menargetkan peningkatan menjadi 30.000 ekor.

Aswan bercita-cita menciptakan Rahayu-Rahayu lain di desa-desa lain di Purwakarta. Keinginan itu tak lepas dari banyaknya potensi pakan dari alam yang belum termanfaatkan dan belum terpenuhinya permintaan ayam kampung.

Sampai sekarang kami kesulitan memenuhi permintaan karena produksi masih terbatas,” ujar Aswan.

(Sumber Bacaan dari harian Kompas, Jum’at, 12 Juni 2009 halaman 16 Oleh Mukhamad Kurniawan)

0 komentar:

Posting Komentar